Minggu, 29 April 2012

why

Kenapa Orang Indonesia Nyaris Tidak Bisa Berbahasa Inggris?


REP | 04 April 2011 | 08:04 Dibaca: 493   Komentar: 31   2 dari 2 Kompasianer menilai aktual Pertanyaan ini saya tuliskan untuk mendapatkan masukan dari teman-teman kompasianer guna mencari solusi1301878764764811088 terbaik bagi kepentingan kita dan generasi muda harapan bangsa ini kedepan ,  oleh karena saat ini  banyak keluhan dari orangtua murid karena dibebani biaya tambahan oleh sekolah Rintisan bertaraf International ( RSBI) dan sekolah bertaraf Internasional waktu saya mengunjungi sekolah-sekolah tersebut diberbagai daerah sebagai volunteer English tester tetang kemampuan anak-anak kita dalam menulis dan berbicara dalam bahasa Inggris.
Sudah berkunjung dan memasuki sekolah RSBI dan SBI mulai dari Medan, Palembang, Jakarta, Semarang, Surabaya, dan  minggu depan  akan ke Maros Sulawesi selatan, untuk mengetahui tingkat kemampuan siswa-siswi SMU dalam mempergunakan bahasa universal ini,  hasil  sementara yang saya dapat  saat ini, keterampilan mereka masih memprihatinkan walaupun ada sebagian kecil yang sudah fasih dari kalangan warga keturunan.
13018785681473142911Program penggunaan bahasa Inggris disekolah-sekolah memang sedang gencarnya dilakukan pemerintah, mulai dari TK hingga SMU bahkan ada istilah  English day,  entah itu  sekolah di pedesaan hingga kota metropolitan pelajaran bahasa Inggris sudah harus diajarkan sejak dini, sehingga  RSBI dan  SBI menjadi label mahal saat ini, oleh karena tanpa program ini diprediksikan qualitas generasi sekarang ini akan lebih rendah dari generasi sebelumnya, namun apakah kualitas guru bahasa Inggris ini sudah memenuhi standard pengajar bahasa Inggris? karena saya temukan guru-guru inipun masih belepotan, lantas gimana anak didiknya?
Bahasa Inggris adalah bahasa universal dan bagi negara - negara tetangga kita,  anak-anak sekolah disana wajib mempergunakan bahasa Inggris ditambah lagi dengan bahasa asing ( Mandarin atau Jepang), bahkan di AS anak-anak harus bisa menguasai tiga bahasa ( Prancis, Spanish, Mandarin)  agar pengetahuan dan wawasan generasi mereka memiliki kualitas standard Internasional saat anak-anak didik selesai mengikuti  pendidikan dasar mereka.
Berbeda dengan pola pendidikan Indonesia, sejak era Indonesiasisasi bahasa Inggris di Tanah air saat zaman order baru,  sekitar tahun 1983,  Pak Harto menghilangkan nama-nama berbau asing dan mengindonesiakan  hal-hal yang berbau Inggris, mulai penggantian nama-nama gedung di Jakarta ( Contohnya Gedung Skyline Building disamping Sarinah ditukar menjadi Menara Cakrawala), Auto teller Machine diganti menjadi Anjungan Tunai Mandiri, dan sebagainya,  penggunaan bahasa Asing disekolah-sekolah hampir punah  akibat kebijakan ini, akibatnya generasi yang lahir antara tahun 1970 hingga 1986, yang  saat ini sudah memiliki anak-anak usia remaja kelabakan membimbing anak-anak mereka dalam menghadapi tugas-tugas bahasa inggris yang diwajibkan oleh sekolah.
Orang tua ini  bingung gimana mau mengajari anak berbahasa inggris dirumah wong dia aja ndak pernah secara mendalam belajar bahasa tersebut, sehingga timbullah keresahan dan berbagai permasalahan dengan bertambahya biaya pengeluaran oleh karena sekolah yang berlabel RSBI dan SBI membebani anak-anak mereka biaya pendidikan yang sangat mahal, kini walau Sekolah RSBI maupun SBI belum tentu menjamin anak-anak anda bisa berbahasa Inggris lancar baik menulis apalagi berbicara apabila anda sebagai orang tua tidak mempraktekkan bahasa asing tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Sejujurnya dapat saya katakan hal inilah yang membuat  keterpurukan generasi bangsa ini secara umum, daya juang maupun skill yang dimiliki anak-anak Indonesia memang sangat jauh tertinggal bila dibandingkan dengan Negara tetangga dikawasan ASEAN, ratusan ribu  siswa SMU maupun mahasiswa kita ditammatkan dari sekolah pemerintah diseluruh pelosok tanah air, dan kebanyakan mereka tidak memiliki keterampilan untuk bekal hidup entah untuk bekerja didalam negeri apalagi Luar Negeri.
Lemahnya penguasaan bahasa Inggris ini aat ini, diperparah lagi dengan ketiadaan penuntun dari Pemerintah  lihat saja acara-acara TV ditanah Air, nyaris tidak ada yang mau memberikan pembelajaran bermutu, sebaiknya menjual angan-angan kaya mendadak dan kemewahan menjadi inspirasi bagi anak-anak muda dewasa ini dan kini kita melahirkan generasi sinetron konsumtif  bagaikan katak dalam tempurung yang sangat memprihatinkan.
Keterpurukan nasib generasi bangsa ini secara umum  jelas terlihat didepan mata, nasib generasi muda yang bekerja sebagai TKW dan TKI di Luar Negeri pilu dan miris bila melihat mereka disana, mereka   harus menghadapi aniaya physic dan mental,bahkan pengalaman paling pahit dalam hidup mereka ( Sex abuse) menjadi trauma yang bisa saja mereka hadapi  karena memang nyaris tidak ada keterampilan bahasa untuk mengadu ke polisi atau penegak hukum di Negeri orang.

adopted by: http://edukasi.kompasiana.com/2011/04/04/kenapa-orang-indonesia-nyaris-tidak-bisa-berbahasa-inggris/