Kenapa Orang Indonesia Nyaris Tidak Bisa Berbahasa Inggris?
REP | 04 April 2011 | 08:04
Sudah berkunjung dan memasuki sekolah RSBI dan SBI mulai dari Medan, Palembang, Jakarta, Semarang, Surabaya, dan minggu depan akan ke Maros Sulawesi selatan, untuk mengetahui tingkat kemampuan siswa-siswi SMU dalam mempergunakan bahasa universal ini, hasil sementara yang saya dapat saat ini, keterampilan mereka masih memprihatinkan walaupun ada sebagian kecil yang sudah fasih dari kalangan warga keturunan.
Bahasa Inggris adalah bahasa universal dan bagi negara - negara tetangga kita, anak-anak sekolah disana wajib mempergunakan bahasa Inggris ditambah lagi dengan bahasa asing ( Mandarin atau Jepang), bahkan di AS anak-anak harus bisa menguasai tiga bahasa ( Prancis, Spanish, Mandarin) agar pengetahuan dan wawasan generasi mereka memiliki kualitas standard Internasional saat anak-anak didik selesai mengikuti pendidikan dasar mereka.
Berbeda dengan pola pendidikan Indonesia, sejak era Indonesiasisasi bahasa Inggris di Tanah air saat zaman order baru, sekitar tahun 1983, Pak Harto menghilangkan nama-nama berbau asing dan mengindonesiakan hal-hal yang berbau Inggris, mulai penggantian nama-nama gedung di Jakarta ( Contohnya Gedung Skyline Building disamping Sarinah ditukar menjadi Menara Cakrawala), Auto teller Machine diganti menjadi Anjungan Tunai Mandiri, dan sebagainya, penggunaan bahasa Asing disekolah-sekolah hampir punah akibat kebijakan ini, akibatnya generasi yang lahir antara tahun 1970 hingga 1986, yang saat ini sudah memiliki anak-anak usia remaja kelabakan membimbing anak-anak mereka dalam menghadapi tugas-tugas bahasa inggris yang diwajibkan oleh sekolah.
Orang tua ini bingung gimana mau mengajari anak berbahasa inggris dirumah wong dia aja ndak pernah secara mendalam belajar bahasa tersebut, sehingga timbullah keresahan dan berbagai permasalahan dengan bertambahya biaya pengeluaran oleh karena sekolah yang berlabel RSBI dan SBI membebani anak-anak mereka biaya pendidikan yang sangat mahal, kini walau Sekolah RSBI maupun SBI belum tentu menjamin anak-anak anda bisa berbahasa Inggris lancar baik menulis apalagi berbicara apabila anda sebagai orang tua tidak mempraktekkan bahasa asing tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Sejujurnya dapat saya katakan hal inilah yang membuat keterpurukan generasi bangsa ini secara umum, daya juang maupun skill yang dimiliki anak-anak Indonesia memang sangat jauh tertinggal bila dibandingkan dengan Negara tetangga dikawasan ASEAN, ratusan ribu siswa SMU maupun mahasiswa kita ditammatkan dari sekolah pemerintah diseluruh pelosok tanah air, dan kebanyakan mereka tidak memiliki keterampilan untuk bekal hidup entah untuk bekerja didalam negeri apalagi Luar Negeri.
Lemahnya penguasaan bahasa Inggris ini aat ini, diperparah lagi dengan ketiadaan penuntun dari Pemerintah lihat saja acara-acara TV ditanah Air, nyaris tidak ada yang mau memberikan pembelajaran bermutu, sebaiknya menjual angan-angan kaya mendadak dan kemewahan menjadi inspirasi bagi anak-anak muda dewasa ini dan kini kita melahirkan generasi sinetron konsumtif bagaikan katak dalam tempurung yang sangat memprihatinkan.
Keterpurukan nasib generasi bangsa ini secara umum jelas terlihat didepan mata, nasib generasi muda yang bekerja sebagai TKW dan TKI di Luar Negeri pilu dan miris bila melihat mereka disana, mereka harus menghadapi aniaya physic dan mental,bahkan pengalaman paling pahit dalam hidup mereka ( Sex abuse) menjadi trauma yang bisa saja mereka hadapi karena memang nyaris tidak ada keterampilan bahasa untuk mengadu ke polisi atau penegak hukum di Negeri orang.
adopted by: http://edukasi.kompasiana.com/2011/04/04/kenapa-orang-indonesia-nyaris-tidak-bisa-berbahasa-inggris/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar